<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001627</controlfield>
    <controlfield tag="005">20241003093521</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1024000085</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">241003################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9786024337612</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">000</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">000 RIR p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ririt yuniar</subfield>
      <subfield code="e">Pengarang</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pilpres &amp; jurnalistik hitam bputih</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan Pertama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">264 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">hitam putih</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Foto mewakili kata-kata yang memberikan banyak makna. Para jurnalis bercerita tentang suatu peristiwa dalam sebuah foto Foto memiliki kekuatan dalam menyampaikan fakta tentang sebuah peristiwa. Fotografi jurnalistik pada dasarnya adalah sebuah pemberitaan melalui visualisasi.. Proses penciptaannya mengacu pada syarat-syarat yang terkait dengan dnia pers atau pemberitaan. Dalam buku ini penulis mencoba merefleksikan perspektifnya tentang situasi carutmarut pilpres dan kompleksitas narasi politiknya via beragam media sosial yang ada, khususnya dalam ranah tekstual dan visual jurnalistik. Isinya mencoba menganalisis tampilan jurnalisme foto dalam kaitannya dengan mesin kampanye politik. Media yang diteliti adalah lima surat kabar terkemuka di Indonesia, yaitu Kompas, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, dan The Jakarta Post.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="264" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Yayasan pustaka obor indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">2019</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="336" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">teks</subfield>
      <subfield code="2">rdacontent</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="337" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
      <subfield code="2">rdamedia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="338" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">volume</subfield>
      <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
